Syarat dan Jenis Pinjaman Jangka Panjang Untuk Perusahaan

03.40 Mugiwara Upi 0 Comments



Sesuai dengan  namanya, pinjaman ini merupakan pinjaman yang  memiliki jangka waktu pinjaman yang panjang atau pelunasannya lama. Bagi sebuah perusahaan pinjaman ini merupakan sumber modal yang bisa dimaksimalkan kembali sehingga dapat memberikan keuntungan. Namun, memperoleh pinjaman ini, tidaklah mudah. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi bagi sebuah perusahaan yang ingin memperoleh pinjaman ini.

Berikut persyaratan  yang harus dipenuhi bagi perusahaan yang ingin memperoleh pinjaman jangka panjang, diantaranya: 

1.      Perusahaan harus membuat pencatatan akuntansi yang rapi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.
2.      Perusahaan harus memberikan informsasi laporan keuangan yang dapat diaudit secara berkala.
3.      Perusahaan wajib membayar pajak dengan tertib.
4.      Perusahaan mampu menjaga semua fasilitas perusahaan dalam kondisi yang aman dan baik.

Setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, sebuah perusahaan pun berhak untuk memilih jenis pinjaman jangka panjang yang akan diperoleh sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perusahaan tersebut. Terdapat dua jenis pinjaman jangka panjang yang secara umum sering digunakan oleh perusahaan:
Utang hipotek
Jenis utang yang terjadi karena terdapat berasal dari dana yang menggunakan jaminan harta tetap seperti sertifikat tanah, gedung, bangunan hingga rumah. Jika perusahaan atau peminjam tidak tepat waktu melunasi hutang sesuai dengan tenggat waktu yang telah disepakati, maka pemberi pinjaman memiliki hak istimewa untuk menyita serta menjual kembali jaminan untuk menutup sisa utang dilakukan oleh perusahaan atau peminjam.

Utang obligasi
Utang obligasi berasal karena adanya dana yang bersumber dari surat-surat obligasi. Ketentuan umum yang sering tercantum dalam surat obligasi diantaranya adalah jumlah nominal obligasi, tanggal pelunasan obligasi, bunga per tahun, serta ketentuan lainnya yang telah disepakai saat perjanjian yang terjadi antara pemberi pinjaman dan peminjam atau perusahaan.

Selain itu, tentunya pinjaman tersebut memiliki kelebihan serta kekurangan bagi perusahaan tersebut. Dibalik kekurangan tersebut, pinjaman tersebut meiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu:
1.      Jika pinjaman yang diajukan berupa obligasi, maka bunga yang diberikan biasanya lebih rendah dibandingkan dengan nilai deviden perusahaan yang dibayar oleh para pemegang saham.
2.      Pinjaman tersebut dapat membantu mengurangi kewajiban sebuah perusahaan dalam pembayaran pajak. Karena bunga pinjaman merupakan biaya yang dibebankan kepada perusahaan, sementara itu nilai deviden merupakan pembagian laba yang tidak dikategorisasikan sebagai beban biaya.


You Might Also Like

0 komentar: